Menguak Pesona Ikon Religi Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo

Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo merupakan salah satu masjid bersejarah yang berada di Kampung Jawa Tondano, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Keberadaannya tidak sekadar menjadi tempat ibadah,...

Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo - image source: kompas.id
Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo – image source: kompas.id

Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo merupakan salah satu masjid bersejarah yang berada di Kampung Jawa Tondano, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Keberadaannya tidak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi penanda perjalanan panjang komunitas Jawa yang hidup di tanah Minahasa. Masjid ini memiliki hubungan erat dengan Kyai Modjo dan para pengikutnya yang diasingkan setelah berakhirnya Perang Jawa.

Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo menyimpan berbagai elemen bangunan bersejarah yang membuatnya berbeda dari masjid pada umumnya. Salah satu yang paling menarik adalah mimbar kayu yang disebut masih asli sejak 1856, disertai sokoguru, dinding barat, bedug, dan kentongan yang menjadi bagian dari peninggalan masa awal masjid.

Sejarah Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo

Sejarah masjid ini berkaitan dengan pengasingan Kyai Modjo, ulama sekaligus tokoh yang menjadi bagian dari perjuangan dalam Perang Jawa. Setelah konflik berakhir sekitar 1830, Kyai Modjo bersama puluhan pengikutnya dibuang ke wilayah Tondano, Sulawesi Utara. Mereka sempat tinggal di Tonsea Lama dan mendirikan tempat ibadah sederhana sebelum akhirnya berpindah ke kawasan yang kemudian dikenal sebagai Kampung Jawa Tondano atau Jaton.

Baca juga: Masjid Agung Ad-Durrun Nafis, Arsitektur nan Indah dan Memukau

Cikal bakal masjid di Kampung Jaton bermula dari bangunan sederhana berdinding bambu dan beratap rumbia. Seiring berkembangnya komunitas Jawa di Tondano, masjid mengalami perubahan dan pemugaran. Pemugaran pertama tercatat dilakukan pada 1864 di bawah pimpinan Raden Syarif Abdullah bin Umar Assegaf. Sumber lain mencatat bangunan awal Masjid Al-Falah telah berdiri sekitar 1854, sementara keberadaan mimbar yang masih digunakan sekarang dikaitkan dengan masjid yang dibangun pada 1856.

Arsitektur & Interior

Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo menampilkan karakter Joglo dengan atap limasan tumpang yang mengingatkan pada bentuk masjid tradisional Jawa, termasuk Masjid Agung Demak. Perubahan bangunan dari material sederhana menjadi konstruksi berdinding beton menunjukkan adanya proses pemugaran tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter historisnya.

Bagian interior menjadi salah satu daya tarik utama. Empat sokoguru yang menjadi tiang penyangga utama memiliki ketinggian sekitar 18 meter dan disebut masih mempertahankan bentuk aslinya. Bagian dalam atap juga menggunakan kayu yang disusun secara artistik. Struktur kayu bersilang dengan lengkungan dan ukiran pada bagian pusat menciptakan karakter interior yang kuat sekaligus memperlihatkan pengaruh tradisi arsitektur Jawa.

Walaupun masjid ini bukan contoh bangunan yang dapat dipastikan menggunakan kubah modern, informasi material dari situs portofolio proyek Kubah Masjid Murah menunjukkan beberapa material kubah yang umum digunakan saat ini, seperti Galvalum, Enamel, dan GRC. Namun, material tersebut tidak dapat disebut sebagai material asli Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo karena tidak terdapat sumber yang mengonfirmasi penggunaannya pada bangunan bersejarah ini.

Dekorasi dan Ornamen

Keindahan Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo semakin terasa melalui detail kayu dan peninggalan interiornya. Mimbar menjadi salah satu benda paling bernilai karena masih mempertahankan bentuk lama. Mimbar tersebut dibuat dari kayu dengan ukiran halus yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an. Pada bagian depannya terdapat kaligrafi yang berkaitan dengan rukun iman dan rukun Islam, sedangkan bagian samping dihiasi pahatan ayat Al-Qur’an.

Selain mimbar, ukiran pada struktur atap memperkuat nuansa klasik masjid. Motif floral dan dedaunan pada sejumlah elemen kayu memberikan sentuhan dekoratif yang berpadu dengan karakter konstruksi tradisional. Di dalam ruang utama juga terdapat lampu gantung dengan puluhan titik lampu yang menambah kesan megah pada interior masjid.

Lebih dari sekadar bangunan ibadah, Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo menjadi saksi perjalanan masyarakat Jawa Tondano dalam membangun kehidupan baru di Minahasa. Keberadaan masjid ini memperlihatkan bagaimana warisan sejarah, arsitektur Jawa, dan kehidupan masyarakat setempat dapat berpadu dalam satu ruang yang terus digunakan hingga kini.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?

Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi

Cari kubah masjid terdekat? kubahku.com jawabannya!

Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.

Konsultasi Sekarang

Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.

Ingin Menyesuaikan Kubah Untuk Proyek Masjid Anda?

Konsultasikan ukuran bangunan, lokasi proyek, pilihan bahan, motif, warna, dan estimasi pengiriman dengan admin Kubahku.com.

Konsultasi Via WhatsApp

Baca Juga

Referensi Lain Untuk Membantu Perencanaan Proyek Kubah Masjid.

Chat Admin Estimasi cepat