Masjid Agung Ad-Durrun Nafis, Arsitektur nan Indah dan Memukau

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis merupakan salah satu bangunan keagamaan yang menjadi ikon Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Berdiri di kawasan Lapangan Mini Sukamara, masjid ini hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah,...

Masjid Agung Ad-Durrn Nafis - image source: singgahkemasjid.blogspot.com
Masjid Agung Ad-Durrn Nafis – image source: singgahkemasjid.blogspot.com

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis merupakan salah satu bangunan keagamaan yang menjadi ikon Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Berdiri di kawasan Lapangan Mini Sukamara, masjid ini hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan aktivitas masyarakat. Kemegahan bangunannya semakin terlihat dari konsep bertingkat serta dominasi warna kuning emas yang membuatnya mudah dikenali dari lingkungan sekitarnya.

Masjid Agung Ad-Durrun Nafis dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Sukamara dengan luas sekitar 60.000 meter persegi. Bangunannya memiliki satu lantai dasar dan dua lantai utama dengan luas sekitar 5.000 meter persegi serta kapasitas yang dilaporkan dapat menampung hingga sekitar 7.000 jemaah. Selain berfungsi sebagai rumah ibadah, kawasan masjid juga terhubung dengan berbagai fasilitas olahraga masyarakat dan menjadi pusat kegiatan Pondok Pesantren Modern Nurul Hijrah Sukamara.

Sejarah Masjid Agung Ad-Durrun Nafis

Pembangunan masjid ini dimulai pada 2013 pada masa pemerintahan Bupati H. Ahmad Dirman dan Wakil Bupati Windu Subagio. Pada awalnya, pembangunan ditargetkan selesai pada 2017. Namun, proses pengerjaan berlangsung lebih panjang sehingga masjid baru mulai digunakan untuk kegiatan peribadatan pada 2019, sementara sejumlah proses penyelesaian masih terus dilakukan.

Baca juga: Masjid Agung Babul Jannah, Ikon Religi Megah di Jantung Sambas

Masjid ini juga memiliki catatan penting dalam perjalanan kegiatan keagamaan di Kalimantan Tengah. Pada 2015, Masjid Agung Sukamara menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang diikuti kafilah dari 14 kabupaten dan kota. Persiapan acara tersebut turut mendorong percepatan penyelesaian pembangunan dan penataan kawasan masjid.

Nama Ad-Durrun Nafis kemudian ditetapkan melalui proses musyawarah yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Bupati Sukamara Windu Subagio meresmikan nama tersebut melalui penandatanganan prasasti pada 2023. Nama Ad-Durrun Nafis dimaknai sebagai “permata yang indah”, sebuah nama yang diharapkan merepresentasikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi Islam yang berilmu dan berakhlak.

Arsitektur & Interior

Secara keseluruhan, Masjid Agung Ad-Durrun Nafis mengusung arsitektur modern dengan komposisi bangunan bertingkat. Struktur tiga tingkat tersebut memberikan kesan monumental sekaligus memungkinkan ruang ibadah menampung jemaah dalam jumlah besar. Luas bangunan sekitar 5.000 meter persegi menjadi salah satu faktor yang mendukung fungsi masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Bagian eksterior didominasi warna kuning emas yang memberikan karakter visual kuat. Warna tersebut membuat bangunan terlihat mencolok sekaligus memperkuat citranya sebagai salah satu ikon Sukamara. Untuk material kubah, sumber rujukan yang tersedia tidak menjelaskan secara spesifik jenis material yang digunakan, sehingga informasi seperti aluminium, galvalum, atau material lainnya tidak dapat dipastikan.

Sementara itu, area interior dirancang untuk menunjang kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan. Keberadaan lantai dasar serta dua lantai utama memberikan pembagian ruang yang mendukung kapasitas besar. Dokumentasi mengenai interior juga menunjukkan karakter ruang yang luas dan monumental, sejalan dengan skala keseluruhan bangunan.

Dekorasi

Daya tarik visual Masjid Agung Ad-Durrun Nafis tidak hanya berasal dari ukurannya, tetapi juga dari tampilan eksterior bernuansa kuning emas. Warna tersebut menjadi elemen dekoratif utama yang memberikan kesan megah sekaligus membedakannya dari bangunan di sekitar kawasan Lapangan Mini Sukamara.

Penamaan Ad-Durrun Nafis sendiri turut memberikan identitas estetis dan filosofis bagi masjid. Makna “permata yang indah” selaras dengan citra Sukamara yang dikenal sebagai Kota Permata. Karena itu, masjid ini tidak sekadar menjadi tempat salat, tetapi juga bagian dari identitas visual dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Dalam perkembangannya, fungsi masjid semakin luas. Kegiatan pendidikan, keagamaan, penyaluran zakat, manasik haji, hingga kegiatan sosial masyarakat pernah berlangsung di kawasan ini. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Masjid Agung Ad-Durrun Nafis memiliki peran penting sebagai ruang publik bernuansa Islami sekaligus bagian dari proyek pembangunan fasilitas keagamaan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sukamara.

Dengan perpaduan arsitektur modern, kapasitas besar, warna kuning emas yang khas, serta fungsi sosial-keagamaan yang terus berkembang, Masjid Agung Ad-Durrun Nafis menjadi salah satu landmark religi yang menarik di Kalimantan Tengah. Kehadirannya memperkuat peran masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pendidikan, kegiatan masyarakat, dan pembinaan umat di Kabupaten Sukamara.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?

Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi

Cari kubah masjid terdekat? kubahku.com jawabannya!

Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.

Konsultasi Sekarang

Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.

Ingin Menyesuaikan Kubah Untuk Proyek Masjid Anda?

Konsultasikan ukuran bangunan, lokasi proyek, pilihan bahan, motif, warna, dan estimasi pengiriman dengan admin Kubahku.com.

Konsultasi Via WhatsApp

Baca Juga

Referensi Lain Untuk Membantu Perencanaan Proyek Kubah Masjid.

Chat Admin Estimasi cepat