
Masjid Agung Pangkalan Bun merupakan salah satu landmark keagamaan penting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Agung Riyadlush Shalihin ini berada di lokasi strategis, tepatnya di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Masjid Agung Pangkalan Bun memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Bangunan awalnya mulai dibangun pada 1977 menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, masjid tersebut mengalami berbagai pembenahan, renovasi, dan perawatan hingga pembangunan kembali yang menghasilkan bangunan yang digunakan hingga sekarang.
Sejarah Masjid Agung Pangkalan Bun
Masjid Agung Riyadlush Shalihin merupakan masjid agung Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus salah satu masjid utama di Pangkalan Bun. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber sejarah masjid, pembangunan awalnya dilakukan pada 1977 sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ. Setelah itu, bangunan terus mengalami pembenahan mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan jamaah.
Baca juga: Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi: Pilar Ilmu dan Arsitektur Pencerah Umat
Perubahan besar terjadi pada 2015. Bangunan masjid yang sekarang berdiri merupakan hasil renovasi dan pembangunan yang dilakukan pada tahun tersebut. Peresmian bangunan baru dilaksanakan pada Jumat, 16 Januari 2015 pukul 20.00 WIB oleh Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar. Acara tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan tumpeng.
Secara lokasi, masjid berada di kawasan yang mudah dijangkau dari berbagai bagian Kota Pangkalan Bun. Pemerintah daerah juga masih menggunakan kawasan masjid untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari peringatan hari besar Islam hingga kegiatan sosial. Pada 2026, misalnya, Masjid Agung Riyadlush Shalihin menjadi lokasi peringatan Isra Mikraj yang menghadirkan Gus Iqdam dan dihadiri ratusan jamaah.
Arsitektur & Interior
Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Riyadlush Shalihin memiliki bangunan bertingkat dua dengan konstruksi utama beton. Sumber yang menjadi referensi utama menyebutkan bahwa bangunan tersebut diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 5.000 jamaah. Skala bangunan yang besar menunjukkan fungsinya sebagai masjid utama bagi masyarakat muslim di Kotawaringin Barat.
Pembagian ruang secara vertikal juga menjadi salah satu karakter bangunan masjid. Informasi yang lebih lama menyebutkan bahwa lantai dasar digunakan oleh jamaah laki-laki, sedangkan lantai atas diperuntukkan bagi jamaah perempuan. Pengaturan tersebut memungkinkan aktivitas ibadah berlangsung lebih tertib ketika jumlah jamaah meningkat.
Bagian interior masjid juga pernah dikenal memiliki penggunaan batu marmer pada dinding dalam. Elemen tersebut memberikan kesan kokoh sekaligus mewah pada ruang ibadah. Selain itu, keberadaan dua menara kembar di bagian depan menjadi elemen arsitektur yang mudah dikenali. Menara tersebut dilaporkan memiliki tinggi sekitar 16 meter dan memperkuat kesan monumental pada tampilan masjid.
Untuk material khusus kubah, belum ditemukan sumber terpercaya yang secara spesifik menjelaskan jenis material kubah Masjid Agung Riyadlush Shalihin. Karena itu, informasi mengenai kubah sebaiknya tidak dibuat terlalu spesifik tanpa dokumentasi teknis atau keterangan resmi dari pengelola masjid.
Dekorasi
Daya tarik visual Masjid Agung Riyadlush Shalihin juga terlihat dari penggunaan berbagai elemen arsitektur yang memberikan karakter tersendiri. Dua menara kembar di bagian depan menjadi salah satu bagian yang paling menonjol dari fasad masjid. Bentuknya yang menjulang membuat bangunan lebih mudah dikenali dari lingkungan sekitarnya.
Penggunaan marmer pada bagian interior turut menciptakan suasana ruang yang rapi dan elegan. Perpaduan antara ruang ibadah yang luas, konstruksi bertingkat, serta elemen vertikal berupa menara membuat bangunan memiliki kesan megah tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat beribadah.
Selain aspek fisik, keberadaan masjid dalam berbagai kegiatan keagamaan memperkuat nilai sosial dan religiusnya. Masjid ini masih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan besar, termasuk penyambutan jamaah haji dan kegiatan sosial masyarakat.
Bagi pembaca yang ingin melihat foto dan dokumentasi visual mengenai Masjid Agung Riyadlush Shalihin, referensi utama dari Singgah Ke Masjid dapat menjadi salah satu sumber untuk mengenali tampilan bangunan tersebut. Dengan sejarah sejak 1977 dan pembaruan besar pada 2015, Masjid Agung Pangkalan Bun menjadi bagian penting dari perkembangan kehidupan keagamaan di Pangkalan Bun dan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?
Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi
Cari kubah masjid terdekat? kubahku.com jawabannya!
Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.
Konsultasi Sekarang
Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.
Ingin Menyesuaikan Kubah Untuk Proyek Masjid Anda?
Konsultasikan ukuran bangunan, lokasi proyek, pilihan bahan, motif, warna, dan estimasi pengiriman dengan admin Kubahku.com.
Konsultasi Via WhatsApp