
Masjid Raya Sabilal Muhtadin merupakan salah satu masjid terbesar sekaligus ikon keislaman di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berdiri megah di tepi Sungai Martapura, masjid ini menjadi pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat. Selain memiliki nilai religius yang tinggi, bangunan ini juga dikenal berkat arsitekturnya yang megah serta sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan Islam di Tanah Banjar.
Masjid Raya Sabilal Muhtadin tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Lokasinya yang strategis di pusat kota menjadikan masjid ini mudah dijangkau sekaligus menjadi salah satu landmark paling terkenal di Banjarmasin. Keindahan bangunan, suasana yang teduh, serta nilai sejarahnya menjadikan masjid ini sebagai kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
Sejarah Masjid Raya Sabilal Muhtadin
Pembangunan Masjid Raya Sabilal Muhtadin berawal dari keinginan masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki sebuah masjid raya yang representatif sebagai pusat kegiatan umat Islam. Gagasan tersebut telah muncul sejak dekade 1960-an, sementara peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1964. Namun, proses pembangunan baru berlangsung secara intensif mulai tahun 1974 hingga akhirnya selesai pada 1979 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 9 Februari 1981.
Baca juga: Masjid Agung Syuhada Simbol Keteladanan dan Persatuan Umat
Masjid ini berdiri di atas kawasan yang memiliki nilai historis karena dahulu merupakan lokasi Benteng Tatas, salah satu peninggalan penting pada masa kolonial. Kini, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi kompleks masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ruang publik masyarakat Banjarmasin.
Nama Sabilal Muhtadin diambil dari kitab fikih terkenal Sabilal Muhtadin li at-Tafaqquh fi Amriddin karya ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Penamaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam di wilayah Banjar. Hingga kini, nama tersebut menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus pengingat akan warisan keilmuan Islam yang lahir dari Kalimantan Selatan.
Arsitektur & Interior
Masjid Raya Sabilal Muhtadin mengusung konsep arsitektur modern yang dipadukan dengan nuansa khas Timur Tengah. Bangunan utamanya memiliki luas sekitar 5.250 meter persegi yang terdiri atas ruang ibadah di lantai dasar dan lantai atas. Secara keseluruhan, kompleks masjid mampu menampung hingga sekitar 15.000 jamaah, termasuk area pelataran ketika digunakan pada salat Idulfitri maupun Iduladha.
Salah satu ciri khas masjid ini adalah kubah utama berdiameter sekitar 38 meter dengan balutan material aluminium berwarna emas yang memberikan kesan megah. Kompleks masjid juga dilengkapi satu menara utama setinggi sekitar 45 meter serta empat menara pendamping yang semakin memperkuat karakter arsitekturnya. Desain keseluruhan bangunan terinspirasi dari gaya arsitektur masjid di Madinah sehingga menghadirkan kesan elegan dan monumental.
Bagian interior dirancang lapang tanpa banyak sekat sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi jamaah saat beribadah. Pencahayaan alami masuk melalui bukaan-bukaan besar yang dipadukan dengan sistem pencahayaan modern, menciptakan suasana yang terang sekaligus menenangkan.
Dekorasi
Keindahan Masjid Raya Sabilal Muhtadin semakin terasa melalui berbagai ornamen dekoratif yang menghiasi bagian dalam bangunan. Dinding dan area mihrab dipenuhi kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur’an yang disusun secara artistik. Selain itu, terdapat tulisan Asmaul Husna serta nama Khulafaur Rasyidin yang menjadi bagian dari dekorasi interior masjid.
Kubah utama menjadi pusat perhatian dengan sentuhan warna emas yang memantulkan cahaya secara indah, sementara perpaduan warna putih, krem, dan aksen emas menghadirkan suasana yang bersih, tenang, dan berwibawa. Material berkualitas pada lantai, pilar, serta plafon semakin memperkuat kesan mewah tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.
Hingga sekarang, Masjid Raya Sabilal Muhtadin tetap menjadi pusat syiar Islam di Kalimantan Selatan. Selain digunakan untuk kegiatan keagamaan, masjid ini juga menjadi tujuan wisata religi yang menawarkan perpaduan sejarah, arsitektur megah, dan nilai budaya Islam yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?
Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi
Cari kubah masjid terdekat? kubahku.com jawabannya!
Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.
Konsultasi Sekarang
Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.
Ingin Menyesuaikan Kubah Untuk Proyek Masjid Anda?
Konsultasikan ukuran bangunan, lokasi proyek, pilihan bahan, motif, warna, dan estimasi pengiriman dengan admin Kubahku.com.
Konsultasi Via WhatsApp