
Masjid Agung As-Salam menjadi salah satu ikon religi paling dikenal di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Berada di kawasan pusat kota, masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian berkat arsitekturnya yang megah dan sarat makna. Perpaduan konsep Timur Tengah, taman yang luas, serta berbagai elemen simbolis membuat Masjid Agung As-Salam memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali.
Masjid Agung As-Salam memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Pembangunannya bermula pada masa Lubuklinggau masih menjadi ibu kota Kabupaten Musi Rawas. Proses pembangunan dimulai sekitar 1990 dan kemudian dilanjutkan hingga akhirnya diresmikan pada 31 Desember 1997. Seiring perkembangan kota, masjid ini terus mengalami penataan dan revitalisasi hingga tampil sebagai salah satu bangunan kebanggaan masyarakat Lubuklinggau.
Sejarah Masjid Agung As-Salam
Sejarah Masjid Agung As-Salam tidak dapat dipisahkan dari perkembangan Kota Lubuklinggau. Pada awal pembangunannya, wilayah ini masih berada dalam konteks pemerintahan Kabupaten Musi Rawas. Gagasan pembangunan masjid besar tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya menghadirkan pusat kegiatan umat Islam yang lebih representatif bagi masyarakat.
Baca juga: Jelajahi Masjid Raya Donggala, Warisan Islam Penuh Keindahan
Dalam proses pembangunannya, masyarakat turut memberikan kontribusi. Keterlibatan warga bahkan dilakukan melalui sumbangan material berupa batu bata dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Cara tersebut bukan sekadar penggalangan dana, melainkan menjadi simbol agar masyarakat merasa memiliki masjid tersebut.
Masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 10.000 meter persegi dan mulai berkembang sebagai ikon kota. Setelah Lubuklinggau menjadi daerah otonom, keberadaan Masjid Agung As-Salam semakin menonjol sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata religi. Masjid ini juga mengalami sejumlah pembaruan, termasuk revitalisasi bagian luar dan renovasi yang dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas serta daya tarik bangunannya.
Arsitektur & Interior Masjid
Daya tarik utama Masjid Agung As-Salam terletak pada konsep arsitekturnya yang mengusung nuansa Timur Tengah. Kubah masjid menjadi salah satu elemen paling mencolok karena memiliki bentuk besar yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Secara keseluruhan, desain bangunan memberikan kesan megah dan monumental ketika dilihat dari kawasan sekitarnya.
Masjid ini memiliki dua lantai dengan kapasitas sekitar 5.000 jamaah. Struktur bangunannya juga ditopang oleh 40 pilar yang memiliki filosofi khusus. Jumlah tersebut dikaitkan dengan usia Nabi Muhammad SAW ketika menerima pengangkatan sebagai Rasul. Dengan demikian, elemen arsitektur masjid tidak hanya dirancang untuk mendukung struktur bangunan, tetapi juga menyimpan pesan simbolis.
Bagian dalam masjid menghadirkan suasana yang luas dan nyaman untuk kegiatan ibadah. Fasilitasnya meliputi ruang ibadah, tempat wudu, kamar mandi, ruang belajar atau TPA dan madrasah, serta area parkir yang luas. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat fungsi Masjid Agung As-Salam sebagai pusat aktivitas umat dan ruang publik keagamaan.
Dekorasi, Kaligrafi, dan Estetika Unik
Masjid Agung As-Salam memiliki sejumlah dekorasi unik yang membuatnya berbeda dari masjid lain. Salah satu yang paling menarik adalah keberadaan lima kubah dengan filosofi lima Rukun Islam. Pada bagian dalam kubah, terdapat kaligrafi Asmaul Husna yang memperkaya nilai estetika sekaligus menghadirkan nuansa religius yang kuat.
Di area luar, pengunjung dapat menemukan taman kurma yang menjadi salah satu daya tarik khas masjid. Dahulu, terdapat 63 pohon kurma yang dikaitkan dengan usia Rasulullah SAW saat wafat. Sebagian pohon tersebut berasal dari Timur Tengah dan sebagian lainnya dari Madura. Kehadiran pohon kurma memberikan atmosfer khas Timur Tengah di tengah Kota Lubuklinggau.
Masjid ini juga memiliki menara kembar, termasuk salah satu menara yang dapat dinaiki jamaah untuk menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Air mancur di halaman depan turut menambah daya tarik visual, terutama ketika bergerak mengikuti kumandang azan. Dalam perkembangan terbaru, jumlah kubah Masjid Agung As-Salam juga bertambah menjadi tujuh, yang dikaitkan dengan filosofi tujuh langit, tujuh masa, dan tujuh surga dalam ajaran Islam.
Dengan sejarah panjang, arsitektur bernuansa Timur Tengah, serta dekorasi yang penuh filosofi, Masjid Agung As-Salam layak disebut sebagai salah satu ikon religi Kota Lubuklinggau. Tidak hanya menampilkan arsitektur yang megah, tempat beribadah ini mempunyai nilai sejarah dan symbol keislaman yang menjadikannya menarik untuk dikunjungi maupun dikenali lebih jauh.

Cari Pengrajin atau Kontraktor Kubah Masjid atau Musholla?
Hubungi tim kami untuk simulasi harga gratis & survei lokasi
Cari kubah masjid terdekat? kubahku.com jawabannya!
Kami melayani seluruh kota diseluruh indonesia. Kami siap datang ke lokasi Anda dan membantu mulai dari perencanaan, pembuatan, hingga pemasangan kubah masjid yang kokoh dan indah.
Konsultasi Sekarang
Dapatkan kubah masjid berkualitas dengan harga terjangkau dan pelayanan terdekat dari tim ahli kami.
Ingin Menyesuaikan Kubah Untuk Proyek Masjid Anda?
Konsultasikan ukuran bangunan, lokasi proyek, pilihan bahan, motif, warna, dan estimasi pengiriman dengan admin Kubahku.com.
Konsultasi Via WhatsApp